Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah. hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada.
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba - tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya.
Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul- pantul dengan keras.
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.
Sayangku padamu seperti mad thobi’i dalam Quran. Buanyaaakkk beneerrrrr :D
Semoga dalam hubungan kita ini kayak idgham bilagunnah, cuma berdua, lam dan ro’.
Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. DIA atau aku?
Meski perhatianku tak terlihat seperti alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.
Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.
Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, berhenti sempurna di akhir hayat.
Sama halnya dengan Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.
Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di pikiranku.
Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun :D
di ambil dari : ketika-cinta-ber-tajwid-by-khodroou
4 Apr 2013
Ketika Cinta Ber-Tajwid
Related Posts:
Puisi-Puisi Karya Anak Asuhku inilah puisi-puisi karya anak asuh PSAA Alyatama Jambi dalam rangka mengisi waktu liburan sekolah : Perjuangan karya Rahmad Darmawan Apakah hari itu aku harus kandas? Dan berdiam diri menerima kenyataan Apakah … Read More
Ketika Cinta Ber-TajwidSaat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah. hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar. Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada… Read More
Lomba Puisi Untuk mengisi liburan sekolah tahun ini, seperti biasa anak-anak asuh di PSAA Alyatama Jambi mengadakan lomba-lomba. Nah... tahun ini, ada yang berbeda karena ada lomba Puisinya. Gue diminta oleh anak-anak untuk jadi salah s… Read More
Suatu Hari di kala HujanHujan di pagi hari ,kala kita ingin menjemput mimpi-mimpi kau dan aku duduk menikmati hujan bercerita tentang harapanmu, aku mengamininya disetiap tetes hujan yang jatuh bersama kita melawan rintik hujan yang tersisa untuk me… Read More
MerindunyaAkhirnya Aku temukan jawaban untuk tangis yang tiba-tiba saja pecah Sebuah rasa yang berkecamuk dan tak dapat kumengerti. akhirnya kutemukan jawabannya.. bahwa aku merindunya... sangat merindunya... Tuhan Penguasa Raga... I… Read More
0 komentar:
Posting Komentar